TUGAS BIOLOGY

assalamualaikum wr.wb

pada tugas biology kali ini saya akan menjelaskan beberapa hal, pertama tentang bekam dan kedua tentang rapid tes antigen. yuk simak...

BEKAM

Bekam adalah  metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah statis (kental) yang mengandung toksin dari dalam tubuh manusia. Berbekam dilakukan dengan cara melakukan pemvakuman di kulit dan pengeluaran darah darinya. Apa tujuan dari terapi bekam? terapi bekam merupakan pengobatan yang dipercaya dapat mengeluarkan racun dan zat berbahaya. Tidak hanya itu, terapi bekam juga dianggap dapat mengurangi rasa sakit dan proses peradangan di seluruh tubuh, serta membuat tubuh dan pikiran relaks. Lalu syarat apa saja untuk melakukan terapi bekam? berikut syarat-syarat terapi bekam adalah : tubuh dengan kondisi sehat ( tidak mengidap penyakit apapun, dan tidak mengalami patah tulang atau dsb), tidak sedang menstruasi atau tidak sedang hamil (bagi perempuan), dan pastikan tempat yang anda datangi sudah terpercaya dan terjamin kebersihannya, kesterilisasinya dan keamanannya, serta pastikan terapisnya adalah seorang yang sudah profesional dan sudah berpengalaman. 

Berikut prinsip atau mekanisme terapi bekam yang dengan penghisapan atau vakumisasi maka terbentuklah tekanan negatif di dalam cawan/kop, sehingga terjadi drainase cairan tubuh berlebih (darah kotor) yang diikuti toksin, menghilangkan perlengketan/adhesi jaringan ikat dan akan mengalirkan darah “bersih” ke permukaan kulit dan jaringan otot yang mengalami stagnasi serta merangsang sistem syaraf perifer. (https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/2696199/baik-dan-buruk-terapi-bekam). Lalu apa efek samping dari terapi bekam? efek samping yang bisa di timbulkan dari terapi bekam di antaranya, infeksi kulit, peradangan, dan luka bakar. Hal ini di sebabkan karena jarum dan perangkat hisap yang digunakan bisa meninggalkan luka seperti memar pada kulit. 


SWAB TEST ANTIGEM

Apa itu swab test antigen? 

tes imun yang berfungsi untuk mendeteksi keberadaan antigen virus tertentu yang menunjukkan adanya infeksi virus saat ini. Rapid test antigen biasanya digunakan untuk mendiagnosis patogen pernapasan, seperti virus influenza dan respiratory syncytial virus (RSV). Apa tujuan dilakukannya swab test antigen? yaitu untuk mendeteksi virus seperti corona dan dapat memberikan hasil diagnosis yang cepat, yaitu hanya dalam waktu 15 menit. Lalu apa syarat untuk melakukan swab test antigen?  yang pasti saat melakukan swab test antigen, seseorang harus dalam keadaan sehat. 

Dan swab test antigen pada prinsipnya adalah tes imunoassay yang mendeteksi keberadaan antigen virus SARS-CoV-2. Sampel yang digunakan untuk rapid tes antigen adalah swab nasofaring yang kemudian diletakkan pada assay extraction buffer. Hasil dari rapid tes antigen keluar dalam 15-20 menit.dalam waktu 15 menit. (https://www.alomedika.com/komunitas/topic/swab-test-antigen). Lalu apa efek samping dari swab test antigen? Efek samping dari swab antigen ini bisa terjadi pada mereka yang memiliki struktur hidung yang bengkok atau tidak normal. Struktur ini membuat rongga hidung menjadi lebih sempit. Nah, bila yang melakukan swab tak memahami struktur tersebut, maka risikonya menyebabkan kesakitan yang luar biasa.

Dampak swab (baik antigen atau PCR) yang dilakukan asal-asalan atau tanpa bantuan nakes bukan itu saja. Menurut laporan dari jurnal European Respiratory, “Complications of nasal and pharyngeal swabs – a relevant challenge of the COVID-19 pandemic?”, ada beberapa komplikasi yang mungkin terjadi saat menjalani prosedur swab.

Di dalam jurnal tersebut terdapat dua pasien yang mengalami masalah ketika menjalani pemeriksaan swab. Ketika dilakukan swab, Seorang pasien (wanita, 29 tahun) mengalami dislokasi sendi temporomandibular bagian kiri saat membuka mulutnya untuk usap orofaringeal. Pasien tersebut mengalami rasa sakit, dan dirawat di rumah sakit untuk reposisi rahangnya yang mengalami dislokasi.


Sekian penjelasan dari saya,

Terima kasih............



Komentar